123 456 789

info@example.com

Goldsmith Hall

New York, NY 90210

07:30 - 19:00

Monday to Friday

Penanggulangan Masalah Kesmas di NTT, UGM dan Undana Kolaborasi Program Kadaireka

Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Nusa Cendana (Undana) berkolaborasi dalam program “Kadaireka UGM Cinta NTT” untuk menanggulangi masalah kesehatan masyarakat (kesmas) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain masalah kesehatan seperti Covid-19, fokus penanggulangan masalah kesehatan yang dilakukan Undana-UGM adalah soal stunting yang hari-hari ini  semakin serius.

Pasalnya, Dasboard Pemantauan Terpadu Percepatan Pencegahan Stunting yang dikelola Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia, secara nasional menyebut masih ada sekitar 27,7% bayi di bawah lima tahun yang mengalami stunting. Sedangkan di tingkat provinsi, angka stunting Nusa Tenggara Timur (NTT) pada balita berada di urutan tertinggi secara nasional yang mencapai 43,82% dan untuk tingkat Kabupaten/Kota di NTT, ranking pertama balita stunting ditempati Timor Tengah Utara (56,80%) yang disusul oleh Timor Tengah Selatan (56%), di antara 22 Kabupaten/Kota.

Demikian dijelaskan Koordinator Tim Agro dan Pangan UGM, Suadi, S. Pi., M. Agr., Ph. D melalui rilis yang diterima Humas Undana, Kamis (16/12/2021).

Masyarakat peserta pelatihan dan perangkat Desa Ofu dan Desa Babuin Kecamatan Kolbano, TTS foto bersama Tim Agro dan Pangan UGM tanggal 29 November lalu.

Ia mengatakan, Tim Agro dan Pangan Undana-UGM mengawali kegiatan dengan koordinasi lapangan, peningkatan kapasitas fasilitator lokal melalui Training of Trainer (ToT) dan kegiatan lapangan di desa mitra sekaligus desa contoh sejak tanggal 27 November hingga 2 Desember 2021 lalu. Dua desa tersebut adalaha Desa Ofu dan Desa Babuin Kecamatan Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

“UGM kemudian mencoba menerjemahkan secara mikro dan teknis permasalahan stunting tersebut menjadi program penanggulangan yang bersifat transdisipliner bertajuk UGM Comprehensive and Integrated Action for NTT (UGM Cinta NTT), yang melibatkan sedikitnya empat disiplin keilmuan,” paparnya. Empat disiplin ilmu tersebut yaitu Kesehatan Masyarakat (Tim Kesehatan), Pertanian (pemanfaatan sumberdya, budidaya hingga pengolahan) (Tim Agro dan Pangan), Energi dan Infrastruktur (Tim Energi), serta Sosiologi (sosial, budaya, dan institusi) (Tim) sebagai model pendekatan. Tidak hanya bekerja lintas bidang ilmu, bersinergi dengan industri, melalui program Kedaireka UGM Cinta NTT, tim juga menguatkannya kemitraan dengan institusi di daerah.

Pihaknya menyebut, Tim Agro dan Pangan membangun dan menguatkan kemitraan dengan Undana, khususnya dengan Fakultas Perikanan dan Kelautan. Tim tersebut juga merupakan tim lintas bidang yang berasal dari Fakultas Pertanian, Fakultas Farmasi dan Fakultas Teknologi Pertanian UGM. “Program Cinta NTT Bidang Agro dan Pangan ditujukan untuk mengakselerasi perbaikan kesehatan melalui inisiasi ketahanan pangan dan penguatan keberdayaan keluarga di lokasi sasaran, yaitu di dua desa contoh: Desa Ofu dan Desa Babuin Kecamatan Kolbano Kabupaten Timor Tengah Selatan,” urainya.

Ketua Tim Agro dan Pangan UGM, Suadi, Ph. D menyerahkan panduan Pengolahan Tepung Ikan kepada kelompok masyarakat Desa Ofu dan Desa Babuin, Kecamatan Kolbano, TTS.

Upaya tersebut, jelas Suadi ditujukan agar dimasa mendatang tercapai kemandirian masyarakat dalam pemenuhan gizi pangan dan kesehatan serta kecukupan ekonomi berbasis potensi lokal. Untuk itu Tim Agro melakukan beberapa kegiatan bersama, diantaranya adalah kampanye dan pelatihan pemanfaatan sumberdaya lokal untuk pangan bergizi tinggi, siap saji atau siap konsumsi, untuk peningkatan ketahahanan kesehatan keluarga.

Suadi menyebut, TOT juga telah dilaksanakan di Kampus FKP Undana melalui pelatihan memanfaatkan berbagai modul yang disiapkan sebelumnya (video dan cetak). Modul yang dilatihkan meliputi: Pertama, pengenalan-pelatihan pengolahan bahan baku lokal (ikan, biji-bijian dan umbi-umbian) menjadi tepung dan dilanjutkan pemanfaatan tepung menjadi produk turunan, diantaranya bubur instan dan camilan (termasuk pengemasan). Kedua, pengenalan dan pelatihan pembuatan cabinet dryer guna mendukung proses pengolahan bahan baku lokal menjadi tepung.

Dan, ketiga, pengenalan-pelatihan produksi beras analog dari bahan lokal berbasis tepung. Setelah TOT, kegiatan dilanjutkan di lapangan dengan belajar bersama masyarakat di dua desa mitra. “Untuk mendukung keberlanjutan program kelompok sasaran difasilitasi peralatan pendukung produksi pangan sesuai rencana program. Mengingat isu yang sangat besar dan sulit untuk diselesaikan dalam waktu singkat, program ini diharapkan bisa berlanjut di tahun berikut untuk meningkatkan kapasitas
masyarakat menjawab persoalan yang ada,” terang Suadi.

Terpisah, Dekan FKP Undana, Dr. Franchy C. Liufeto, S.Pi., M.Si menyatakan bahwa kolaborasi bersama tersebut sesungguhnya akan menampilkan pembagian peran dan sinergitas untuk target sukses. “Sukses untuk mengentaskan stunting yang menjadi Pekarjaan Rumah (PR) di NTT yang angka stunting tertingginya ada di desa Ofu dan Babuin Timor Tengah Selatan,” ujar Dr. Franchy.

Ia menjelaskan, keterlibatan FKP Undana melalui dua (dua) staf dosen, yakni Dr. Lady Cindy Soewarlan, S.Pi., M.Pi, Dr. Alexander L. Kangkan, S. Pi., M. Si, serta 3 (tiga) orang mahasiswa menawarkan pemanfaatan hasil untuk mendukung dihasilkannya produk pangan bubur untuk Baduta dan Badita dan beras analog untuk mengatasi stunting. Dr. Franchy menyebut, ada sejumlah alat penepung dan extruder (pencetak beras) yang diserahkan FKP Undana untuk mendukung kelangsungan target stunting tersebut. “Semoga sinergi ini akan dapat dilanjutkan FKP Undana untuk direaplikasi di tempat dan wilayah stunting lainnya di NTT,” pungkasnya. (*/rfl). dikutip dari; https://undana.ac.id/penanggulangan-masalah-kesmas-di-ntt-ugm-dan-undana-kolaborasi-program-kadaireka/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »